Showing posts with label festival. Show all posts
Showing posts with label festival. Show all posts

Monday, September 15, 2014

We The Fest 2014: A Brand New Music Festival by ISMAYA Live

Pertengahan tahun ini, Jakarta kembali disuguhi sebuah event yang menggabungkan rangkaian musik beserta hiburan kreatif lainnya dalam festival akbar, We The Fest 2014 (WTF 14). Berikut keseruannya.



Pada hari Minggu, 24 Agustus 2014 silam, areal Parkir Timur Senayan sukses menyedot ribuan pengunjung yang mayoritas merupakan kalangan remaja hingga dewasa. Dengan tampilan hip, mereka tampak tidak sabar untuk segera menyambut rentetan DJ dan musisi, baik lokal maupun internasional, yang akan tampil di dua panggung berbeda, yaitu Banana Palooza dan Clown Chella. Tiap panggung memiliki jadwal masing-masing maka para pengunjung perlu ‘rajin’ mengecek papan schedule yang tersedia di arena agar tidak ketinggalan show yang ditunggu-tunggu.


Panggung Banana Palooza yang bergambar sebuah pisang di bagian atasnya ini dibuka oleh para penampil dalam negeri seperti The Experience Brothers, VOX, LALA, dan Sore. Suasana pun semakin dipanaskan oleh kemunculan Goldroom yang tampil dalam DJ set. Kerumunan orang tak henti mengganggukkan kepala sesuai irama, terutama ketika tembang jagoan “Embrace” dilantunkan. Tak lama setelah Goldroom menghilang di balik panggung, sosok Jessie Andrews pun menggantikannya, diikuti oleh RAC, Mayor Hawthorne, dan Havana Brown hingga langit malam menggelayut seutuhnya.



Konsep festival yang menaungi WTF 14 memang membuatnya terasa berbeda dari acara musik lainnya. Jangan heran ketika tengah ‘sibuk’ berdansa, seketika ada badut berkostum South Park, Gorilla, hingga kelinci dari film Donnie Darko sliweran dengan slogan “Free Hugs”. Tak ayal, banyak orang langsung mengabadikan momen tersebut, bahkan mengajak mereka berfoto bersama.

Beranjak lebih jauh, tampak berbagai booth hiburan yang dapat dihampiri, termasuk tentunya booth “Sing a Song Station” persembahan area dan JUICE, yang juga didukung oleh Converse dan Gatsby. Di sini, siapa pun dapat menuangkan ekspresi sekaligus hobi karaoke mereka serta mendapat goodie bag menarik untuk dibawa pulang.

Nah, saatnya beralih ke panggung utama, Clown Chella. Sebelumnya ia telah dihuni oleh Maliq & D’essentials serta Timeflies hingga akhirnya band indietronica asal Australia, Miami Horror, muncul dan membuat sebagian besar penonton bergoyang energik. Seakan tak memberi jeda, Azealia Banks turut beraksi sehingga lebih banyak lagi pengunjung yang merayap ke dekat panggung. Ribuan tangan terangkat seiring lagu berirama menyentak, “212”, dibawakan dengan apik oleh rapper yang juga kerap dipanggil Miss Bank$ tersebut.



Puas digeber oleh deretan tembang bertempo up beat, saatnya Banks unjuk gigi untuk ‘mendinginkan’ suasana. Penyanyi asal Los Angeles berkarakter vokal sultry dan dreamy itu tampil anggun dalam balutan gaun berwarna gelap yang semakin menguatkan aura misteriusnya. “I wish you guys can hear my heart, it’s beating so fast right now,” ujarnya tersipu malu tatkala melihat antusiasme yang riuh. Banks pun memberi kejutan dengan menyanyikan “Warm Water” versi akustik yang langsung menjadi ajang bernyanyi bersama dengan penonton. Di sisi lain, Havana Brown menghajar crowd dengan set-nya yang berupa EDM masa kini di panggung Banana Palooza.


Ada jeda sekitar setengah jam setelah Banks tampil di panggung Clown Chella. Ratusan penonton langsung memenuhi area di depan panggung Clown Chella, tentu saja untuk menyaksikan penampil utama WTF14, Ellie Goulding. Sekitar pukul 22.30, wanita bersuara unik ini menampakkan dirinya di atas panggung sambil membawakan “Figure 8”, dilanjutkan dengan “Ritual”. Ellie juga menyapa para penonton dan kerap mengatakan, “Why is it so quiet in here? Don’t make me nervous, make some noise!”, yang disambut dengan sorakan ribuan penontonnya. Ia pun memberikan kejutan dengan membawakan “Beating Heart” dan “Your Song” milik Elton John versi akustik.


Ellie terus tampil membawakan lagu hits-nya yang lain, seperti “I Need Your Love”, duetnya dengan Calvin Harris, “Lights”, “You My Everything”, dan menutup penampilannya dengan lagu yang kini menjadi favorit muda-mudi Ibukota, yakni “Burn”. Perhelatan WTF 14 pun berakhir dengan sukses dan kepuasan di wajah para penonton yang hadir. Until We The Fest 2015!

(photos by: Danur Setsumar & Hardiman Widjaseno)

Saturday, June 14, 2014

Zouk Out 2013: Beach Party Goes Beyond Words

Another late post! It's one of the most memorable moments I had last year so I thought why not including it here as well? so yeah here we go!


Bisa dikatakan Zouk Out 2013 berhasil memecahkan rekor selama 13 tahun ia diselenggarakan. Bagaimana tidak, puluhan ribu party goers membaur untuk menyaksikan aksi para DJ kelas dunia yang sukses menyulap arena pantai menjadi lantai dansa. Total lebih dari 40.000 penonton seakan terbius oleh euforia rave party terbesar di Asia yang dihelat di Siloso Beach pada 13 dan 14 Desember silam. Jejeran booth serta mini bar tersedia lengkap di sana, tak ketinggalan atraksi unik seperti fire twirler (penari yang menggunakan hula hoop berbalut api), dancing robots, hingga bloco (karnaval kecil yang terdiri dari para penabuh gendang). Meriah!

Hari pertama diramaikan oleh nama-nama yang sudah tidak asing lagi. Sebutlah trio electro asal Amerika yakni Krewella, Ferry Corsten, Otto Knows, atau si kembar bersaudara dari Australia, yaitu Nervo. Walaupun masih menyisakan beberapa spot lowong, animo crowd tidak redup sedikit pun. Permainan fire laser dan kembang api yang spektakuler turut memicu keriuhan pada malam menjelang pagi kala itu apalagi saat layar raksasa di atas panggung memperlihatkan timer penghitung mundur. Ternyata, tibalah waktunya bagi salah satu DJ yang telah ditunggu-tunggu untuk unjuk gigi di atas panggung. Yup, Afrojack kembali memanaskan suasana dengan menghajar remix dari hits-nya, “Take Over Control”, hasil kolaborasi bersama Eva Simons. Dalam sekejap, penonton pun semakin menggila dan ia menggiring berakhirnya perhelatan hari pertama Zouk Out 2013.



Seperti yang sudah diduga, hari kedua menuai pengunjung yang lebih padat lagi. Kali ini sepanjang mata memandang, Siloso Beach terasa nyaris dipenuhi oleh party goers yang tak henti bergoyang ke sana ke mari. Nama-nama DJ seperti Seth Troxler dan Danny Avila berhasil membuat banyak orang memusatkan perhatian ke panggung utama. Euforia pun semakin tak terelakkan ketika DJ asal Jerman yang tengah naik daun, Zedd, menunjukkan batang hidungnya. Gemuruh ‘paduan suara’ penonton mencapai puncaknya tatkala tembang “Stay the Night” dan hits yang mengantar DJ bernama asli Anton Zaslavski ini ke nominasi Grammy Awards, “Clarity”, dipersembahkan secara apik. Ia pun menutup kurang lebih satu setengah jam penampilannya dengan “Spectrum”, dilanjutkan dengan letusan kembang api yang tak henti berpancar di atas laut. It truly feels surreal and magical at the same time!


(Martin Solveig)


(Krewella)

Puas berjingkrak bersama Zedd, tibalah Martin Solveig yang tak mau kalah meramaikan malam itu. Pria yang kerap mengenakan headband sebagai ciri khasnya ini menghadirkan lagu-lagunya yang seru untuk dinyanyikan bersama, seperti “Hello” dan “Hey Now”. Sesekali ia menyapa para penonton dengan senyum ramah. Bahkan, sebelum menutup stage, ia sempat berdiri di atas turntable dengan tangan terbentang lebar sembari mengajak crowd agar terus bersemangat.

Seakan tak memberi jeda, Alesso hadir dan membuat semua turut bergoyang tanpa ampun. Balon transparan raksasa digilir ke arah kerumunan berikut ikan hiu plastik yang mencuri perhatian. Di penghujung acara, Dash Berlin tampil menjadi salah satu pamungkas. Perlahan sinar matahari mulai terbit dari ufuk timur, penanda tibalah akhir dari perhelatan Zouk Out 2013. Secara keseluruhan semua berjalan dengan cukup tertib dan fantastis. Until Zouk Out 2014!


(Photos: Doc. Zouk Out)

Wednesday, May 21, 2014

Dog Does Disco: Here Comes The Fluffiest Festival!

Ajang tahunan yang melibatkan ratusan anjing beserta para majikannya dalam kostum-kostum unik nan menggemaskan ini tak pernah henti menarik antusiasme para pencinta binatang. Therefore I went there with a friend of mine, Aem.

Sore itu, sepanjang mata memandang Taman Tribeca, Central Park Mall, tampak dipenuhi oleh beraneka jenis si hewan lucu berkaki empat tersebut. Nyaris segala ras anjing dapat ditemui di sana, mulai dari Siberian Husky, German Shepherd, Chihuaha, Pomeranian, Samoyed, hingga Alaskan Malamute yang ukuran tubuhnya sanggup menandingi orang dewasa. Tidak hanya jenis-jenis anjing cantik tersebut yang hadir, anjing-anjing yang terkenal galak pun juga terlihat dengan jinaknya, mulai dari Pit Bull, Bull Terrier, hingga Chow Chow. 

 (too cute to resist!)


Tema yang diusung pada Dog Does Disco kali ini adalah “Superheroes”. Maka, tak heran jika banyak pemilik anjing dan peliharannya mengenakan kostum matching bak superhero, mulai dari yang internasional seperti Wonder Woman hingga jagoan lokal, Si Pitung. Keunikan Dog Does Disco juga terletak pada rentetan kompetisi berhadiah menarik. Para dog owner ditantang untuk menunjukkan aksi kekompakan mereka dengan sang anjing dalam Dog Obedience Competition, Dog Eating Competition, dan Dog Fashion Show Competition. Tak tanggung-tanggung, nama-nama terkemuka ditunjuk untuk menjadi jurinya, seperti Aida Nurmala, Ari Tulang, Kleting, dan Aline Adita.

Rasanya gemas sekali melihat aksi-aksi duet para owner dan anjingnya di balik aneka kostum seperti princess lengkap dengan tiara dan gaun, nenek sihir, atau pun kemeja batik! Berbeda dari Dog Does Disco sebelumnya, tahun ini para pengunjung dibuat takjub dengan kemampuan anjing-anjing penyelamat yang tergabung dalam K9 Indonesia. Sesuai dengan tema acara, para anjing penyelamat ini tampil memukau dengan mempertunjukkan keahlian mereka dalam memberikan pertolongan darurat pada manusia.



Acara ini berlangsung hingga malam menjelang. Selain panggung utama, para pengunjung juga dapat menelusuri Taman Tribeca dan menjumpai puluhan booth makanan, minuman, baju-baju dan perlengkapan anjing, bahkan dog adoption yang cukup ramai dikunjungi. Dog Does Disco pun ditutup dengan persembahan musik yang membuat suasana semakin meriah. Di antaranya ada DJ Cream, DJ Bone, The Alastair, serta Barry Likumahuwa Project feat. Monita Tahalea dan Ivan Handojo. Make sure to not miss this super fun event next year!

Monday, April 21, 2014

Future Music Festival Asia 2014: Rumble & Bustle!

Untuk kedua kalinya Future Music Festival diselenggarakan di Malaysia, dan kali ini ia mendarat di Stadium Nasional Bukit Jalil. Cuaca berkabut yang cukup pekat pada hari pertama nyatanya tidak menyurutkan antusiasme para pengunjung yang sudah menanti-nantikan deretan performers ternama untuk tampil. Sepanjang mata memandang, venue disulap bak karnaval melalui kehadiran aneka sarana hiburan seperti bianglala, jungkat-jungkit, dart games, rodeo, serta aneka photobooth unik untuk mengabadikan momen. Rasanya tidak cukup sehari untuk menjajal segala atraksi yang ada.


 
(B.A.T.E)

Tepat pukul 16.30 DJ wanita asal Malaysia, Eva T, naik ke atas panggung utama untuk membuka acara. Setelah itu B.A.T.E, duo DJ setempat yang konon juga tengah meroket segera melanjutkannya dengan set apik yang sanggup membuat beberapa rombongan penonton semakin merayap ke bagian depan. Tampak pula sejumlah turis asing yang ikut larut dalam keriuhan di sana.


(Adventure Club)

Selepas break sejenak, para DJ internasional satu per satu mulai menunjukkan batang hidung mereka, dimulai oleh Adventure Club. Dengan genre dubstep dan electro house yang kental, animo crowd pun semakin bangkit. Terlebih ketika mereka membawakan remix “Crave You” milik Flight Facilities dan “Lights” oleh Ellie Goulding. Paduan suara sing a long para penonton seketika membahana di berbagai penjuru.


                                                                                        (R3HAB)

Will Sparks dan R3hab menjadi line up berikutnya. Atraksi “R3jump” alias meloncat di atas DJ set bagaikan Spiderman yang juga merupakan stage signature R3hab cukup membuat siapa pun tercengang. “Let me see you clap your hands right here, right now!” teriaknya yang dituruti oleh ribuan tangan penonton yang bertepuk ke atas sesuai irama. “Flashlight”, hasil duetnya bersama DEORRO, menjadi pilihan lagu pertama pada malam itu. Selanjutnya ialah berbagai remix dari tembang-tembang milik Yeah Yeah Yeahs, Coldplay, hingga Swedish House Mafia. Kejutan! Sebelum mengakhiri panggungnya, ia memboyong Martin Garrix dan Bassjackers ke atas panggung. Kontan seisi venue semakin berjingkrak tak karuan. Mereka ‘berkolaborasi’ membawakan “Animals (Botnek Edit)” dan “Raise Those Hands”. R3hab pun menutup penampilannya dengan “Revolution”, track duetnya bersama Ummet Ozcan dan NERVO.


                                                                                       (Deadmau5)

Malam semakin larut, saatnya DJ terakhir dan yang paling ditunggu-tunggu, Deadmau5, tampil dengan topeng tikus andalannya. Membawakan alunan beat-beat intens yang ‘pelan tetapi pasti’, pria bernama asli Joel Zimmerman itu menjadikan perhelatan hari pertama berakhir tak terlupakan. Beberapa tembang dari album 4x4=12 dibawakannya, termasuk “Raise Your Weapon” yang sudah sangat familiar di telinga.

Menginjak hari kedua, Armin van Buuren dan teman-temannya sudah siap tempur melalui A State of Trance (ASOT) 650. Kali ini, jumlah penonton yang memadati arena terlihat semakin berlipat, terutama mereka yang merupakan penggemar sejati trance music. Nama-nama kelas dunia seperti MarLo, Omnia, dan Markus Schulz turut meramaikan line up. Si ‘anak emas’ Andrew Rayel tak kalah menyita perhatian melalui rangkaian set yang tertata luar biasa rapi. Despite of a quite young age, DJ asal Moldova ini sanggup menghembuskan tatanan lagu dengan ‘napas’ yang konstan dari awal hingga akhir. Salut!


                                                                                     (Andrew Rayel)

Next, the mighty Armin van Buuren is here! Teriakan crowd yang menggema disambut dengan dentuman-dentuman tanpa ampun oleh tangan dingin pria asal Belanda yang sempat menempati urutan DJ no. 1 dunia selama empat tahun berturut-turut itu. Pencahayaan warna-warni sekaligus sinar laser yang berpendar di segala arah semakin membuat suasana malam itu terasa magis. Deretan party goers hanyut dalam live set van Buuren yang mengalur sempurna. “Eiforya”, “Eat, Sleep, Rave, Repeat” milik Fatboy Slim, “Save My Night”, “This is What It Feels Like”, serta “Ping Pong” adalah segelintir dari yang ia bawakan.

Van Buuren pun tampak interaktif. Beberapa kali ia menyapa keramaian crowd dengan senyum mengembang di wajahnya. Dalam rangka turut prihatin atas bencana yang tengah menimpa Malaysia, ia juga sempat menampilkan tulisan “#PrayForMH370” pada video mapping-nya.



                                                                                      (Armin Van Buuren)

ASOT 650 ditutup dengan penampilan Paul van Dyk. Walau sudah semakin larut, DJ kawakan tersebut tetap mampu membius bendungan penonton dengan track seperti “For an Angel”, “I Don’t Deserve You”, serta “We are Tonight”. Fantastic! Berbagai ekspresi puas dan senyum mengembang dari yang hadir pada malam itu menunjukkan they surely had a great time.


                                                                                   (Paul Van Dyk)

Sayang, hari ketiga dari Future Music Festival Asia 2014 yang sejatinya justru menjadi puncak acara terpaksa dibatalkan akibat alasan keamanan. Sejumlah nama besar seperti Pharrell Williams, Macklemore, hingga Knife Party pun tidak jadi unjuk gigi meski telah dinanti-nanti. Semoga akan ada kesempatan lagi di tahun berikutnya dengan sistem dan pengawasan yang lebih baik.

(photos by: fmfa team)