Tuesday, June 3, 2014

The First Ever Hatsune Miku Concert in Indonesia: The Vocaloid Icon is Here!

Berkat meluapnya antusiasme para penggemar Hatsune Miku di Indonesia, Jakarta pun mendapat kehormatan sebagai lokasi pertama perhelatan Miku Expo 2014. Istimewa, karena rangkaian acara ini bukan sekedar konser saja, namun diikuti pula oleh pameran segala hal berbau si sosok gadis mungil yang akrab dipanggil Miku itu. Area Cendrawasih Room di JCC pun disulap menjadi deretan booth yang menghadirkan pameran karya seni, figurin serta boneka Miku dan teman-temannya,  games, demo lagu, dan tentunya official merchandise yang tak henti diserbu pengunjung.




Serunya lagi, banyak pula yang mengenakan atribut Miku, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Bahkan tak sedikit yang berdandan cosplay ala tokoh favoritnya tersebut. Event yang diboyong langsung oleh Crypton Future Media, Inc. asal Jepang ini diselenggarakan 2 hari berturut-turut, yaitu pada 28 dan 29 Mei 2014 silam. Sedangkan untuk konsernya sendiri dibagi atas 3 sesi untuk memenuhi kapasitas penonton yang membludak.

Konser pun dimulai dengan munculnya bayangan rambut panjang biru kehijauan yang berkibar di atas panggung. Yup, Hatsune Miku is ready to rock the stage! Jeritan para penonton langsung membahana dalam lautan lightstick berwarna hijau neon. Meski berupa format hologram, teknologi yang mumpuni sanggup membuat Miku nampak begitu ‘nyata’ dengan geliat lincahnya. Lagu-lagu andalannya yang bergaya fun dan dinamis dibawakan secara apik, seperti ‘Kocchi Muite Baby’, ‘Romeo & Cinderella’, ‘Melt’, ‘Tell Your World’, dan ‘Miku Miku ni Shite Ageru’. 



Kejutan manis terjadi di penghujung acara, ketika Miku tiba-tiba membawakan lagu dalam bahasa Indonesia berjudul ‘Venus di Ujung Jari’. So sweet! Acara berlangsung sukses hingga akhir dan para pengunjung pun berlalu dengan senyum puas.

Wednesday, May 21, 2014

Dog Does Disco: Here Comes The Fluffiest Festival!

Ajang tahunan yang melibatkan ratusan anjing beserta para majikannya dalam kostum-kostum unik nan menggemaskan ini tak pernah henti menarik antusiasme para pencinta binatang. Therefore I went there with a friend of mine, Aem.

Sore itu, sepanjang mata memandang Taman Tribeca, Central Park Mall, tampak dipenuhi oleh beraneka jenis si hewan lucu berkaki empat tersebut. Nyaris segala ras anjing dapat ditemui di sana, mulai dari Siberian Husky, German Shepherd, Chihuaha, Pomeranian, Samoyed, hingga Alaskan Malamute yang ukuran tubuhnya sanggup menandingi orang dewasa. Tidak hanya jenis-jenis anjing cantik tersebut yang hadir, anjing-anjing yang terkenal galak pun juga terlihat dengan jinaknya, mulai dari Pit Bull, Bull Terrier, hingga Chow Chow. 

 (too cute to resist!)


Tema yang diusung pada Dog Does Disco kali ini adalah “Superheroes”. Maka, tak heran jika banyak pemilik anjing dan peliharannya mengenakan kostum matching bak superhero, mulai dari yang internasional seperti Wonder Woman hingga jagoan lokal, Si Pitung. Keunikan Dog Does Disco juga terletak pada rentetan kompetisi berhadiah menarik. Para dog owner ditantang untuk menunjukkan aksi kekompakan mereka dengan sang anjing dalam Dog Obedience Competition, Dog Eating Competition, dan Dog Fashion Show Competition. Tak tanggung-tanggung, nama-nama terkemuka ditunjuk untuk menjadi jurinya, seperti Aida Nurmala, Ari Tulang, Kleting, dan Aline Adita.

Rasanya gemas sekali melihat aksi-aksi duet para owner dan anjingnya di balik aneka kostum seperti princess lengkap dengan tiara dan gaun, nenek sihir, atau pun kemeja batik! Berbeda dari Dog Does Disco sebelumnya, tahun ini para pengunjung dibuat takjub dengan kemampuan anjing-anjing penyelamat yang tergabung dalam K9 Indonesia. Sesuai dengan tema acara, para anjing penyelamat ini tampil memukau dengan mempertunjukkan keahlian mereka dalam memberikan pertolongan darurat pada manusia.



Acara ini berlangsung hingga malam menjelang. Selain panggung utama, para pengunjung juga dapat menelusuri Taman Tribeca dan menjumpai puluhan booth makanan, minuman, baju-baju dan perlengkapan anjing, bahkan dog adoption yang cukup ramai dikunjungi. Dog Does Disco pun ditutup dengan persembahan musik yang membuat suasana semakin meriah. Di antaranya ada DJ Cream, DJ Bone, The Alastair, serta Barry Likumahuwa Project feat. Monita Tahalea dan Ivan Handojo. Make sure to not miss this super fun event next year!

Eru Concert in Jakarta: Hide and Seek

Malam minggu itu, saya rela menghabiskan waktunya dibawah rintik hujan demi menyaksikan konser si Prince of Ballad asal Korea Selatan, Eru. Pengalaman itu pun berakhir tak terlupakan. Ini dia ceritanya.


Meski konser dijadwalkan mulai pukul 7 malam, namun sejak pukul 5 sore arena Lapangan D Senayan sudah terlihat cukup padat oleh para penonton yang mayoritas didominasi remaja dan kaum hawa. Sebagian mengenakan atribut berbau Eru, seperti kaos, bando, atau pun gelang yang bertuliskan namanya. Saat itu gerimis sudah menyapa, namun antusiasme para fans untuk menjumpai sang idola nampak tak terusik sedikit pun.

Langit mulai gelap, dan semua sudah tidak sabar untuk menyaksikan pria kelahiran New York, 5 Juli 1983 yang bernama asli Jo Sung Hyun itu. Dalam sekejap pun lampu panggung dimatikan, dan voila, wajah tampannya muncul di layar utama. Video di layar menampilkan Eru dalam balutan pakaian formil bak kerajaan berwarna putih. Ia tengah duduk di sebuah kursi kerajaan, seakan menyiratkan bahwa ialah sosok yang akan ‘memimpin’ perhelatan panggung malam itu. Tak lama kemudian, Eru ‘sesungguhnya’ muncul secara perlahan dari lubang di bawah panggung, sembari menyanyikan lagu pembuka ‘I Hate You’ dan ‘Don’t Hurt’.

Kontan teriakan gembira penonton langsung memenuhi berbagai penjuru. Mereka dengan kompaknya mengayunkan lightstick berwarna biru yang sempat dibagikan sebelum konser. “What’s up Jakarta, guess who’s back?!” sapanya dengan semangat. Ini memang kedua kalinya Eru menyelenggarakan konser tunggal di ibukota setelah tahun lalu. Ia juga sempat menyatakan kerinduannya mengadakan konser bagi fans Indonesia yang langsung disambut riuh. Selesai menyapa, ia langsung melanjutkan acara dengan menghajar lagu-lagu andalannya, seperti “Countrified and Immature”, “Mannequin”, dan tentu yang membuat namanya melejit, “Black Glasses”.


Setelah itu Eru pun menghilang ke balik panggung, lalu digantikan oleh Lucky J. Grup yang digawangi oleh 3 personil (2 pria dan 1 wanita) ini membawakan tembang ‘Empire State of Mind’ dan ‘Yeah Yeah Yeah’ dengan enerjik. Teriakan para fans yang kerap meneriakkan “Eru! Eru!” serta merta membuat sang bintang utama kembali menunjukkan batang hidungnya keatas panggung. Kali ini ia telah berganti kostum menjadi lebih santai, yaitu kaos tanpa lengan dan celana hitam. Layaknya di konser tahun lalu, sekarang Eru juga membawakan beberapa cover song, antara lain ada ‘Sorry Sorry’ milik Super Junior, ‘Wedding Dress’ milik Taeyang (Big Bang), ‘Lonely’ milik 2NE1, hingga ‘Fantastic Baby’ milik Big Bang. Tak ayal semua langsung bernyanyi bersama mengikuti lagu-lagu lawas tersebut.

Kejutan, sang ayahanda Eru yaitu Tae Jin A yang juga merupakan penyanyi senior di negeri ginseng, tak mau kalah tampil melalui gaya lucunya yang mengundang gelak tawa. Ia membawakan sederet lagu bergaya Trot, seperti “I Love You Baby” dan “One Love Anyo”. Konser ini juga semakin ramai berkat kedatangan ADA Band dan tentunya, Ailee. Sang penyanyi solo cantik asal Korea Selatan ini berhasil memukau penonton dengan suaranya yang fenomenal. Lagu-lagu hitsnya seperti ‘Heaven’, ‘U&I’, serta ‘Singing Got Better’ dibawakan dengan amat powerful, hingga mengundang standing ovation dari beberapa barisan penonton yang berada di area duduk (VIP).


Eru menutup konser yang juga dimotori oleh SH Entertainment ini dengan mendendangkan lagu ‘Kemesraan’ sembari mengibarkan bendera Indonesia dan Korea Selatan di tangannya. Suaranya yang empuk dan merdu sukses membuat siapa pun mengikutinya dengan syahdu. Well, he isn’t called the ‘Prince of Ballad’ for nothing, indeed! Thank you for a lovely concert, Eru!


(photos: Doc. SH Ent.)