Showing posts with label cocktail. Show all posts
Showing posts with label cocktail. Show all posts

Thursday, March 3, 2016

W&S Bottle Shop-Eatery

if you're looking for a place to spend quality time with your significant other on the weekend, then you might want to look up for this particular spot. declaring itself as a bottle shop slash restaurant, W&S presents an intimate and elegant atmosphere with great choices of tantalizing dishes that will spoil your tastebud. being located in a secluded corner makes the restaurant pretty difficult to notice at first, but once you step in, you will be greeted by a cozy, spacious place with chic and fresh modern interior. W&S, which stands for wine & spirit, combines retail bottle and restaurant into one whole concept. therefore you will find many selections of spirits, liquor, and also wine from around the world. an extensive wine and spirits cellar is also present to preserve premium, super premium, and limited edition drinks that can only be found at specific places.


at W&S, you are free to take away the bottle of your choice or enjoy it on the spot while having the special dishes created by executive chef arnold budiawan at the restaurant area. not only that, W&S also prepares a hampers package that you may craft with your own delectable wine selection along with pretty decorations for your loved one. don't worry, W&S will help you with a delivery service to make sure your package is safely arrived!

 
    (chicken wings)                                              (grilled beef brisket)


done digging the bottle shop area, now its time to try out W&S' signature dishes! apparently they chose western food as their main menu because the variety of dishes is highly suitable for wine pairing. of course, in order to cater to different palates W&S also serves other categories, like asian food for instance. for a warm up, grilled beef brisket is a wonderful dish you shouldnt miss! its a slow roasted brisket with a texture that goes oh so tender in every bite, plus it is topped with chimicurri that provides a crisp and refreshing aftertaste. other than that theres also chicken swarma, that is basically chicken wrapped in pita bread and served with corns and chili mayo. these menus come in pretty big portions that can fill up to two tummies, and especially fantastic when served with a glass of wine.

  
(rottiserrie chicken)                                                   (summer breeze)

one of W&S' specialties is rottiserrie chicken. it comes in a full portion of whole chicken that can satisfy 4 up to 6 people, complete with roasted potato and gravy. before this wonderful menu is served, the chicken has been marinated for hours to make sure the seasonings perfectly seeped in to the bone. i was quite surprised when i found out that this exclusive menu only costs 145k for A WHOLE portion, which is very affordable for a dish this sumptuous and delicate! you can also order it in half portion or 1/4. Before leaving, don' miss the special cocktails and mocktails creations that are served directly by the bartenders at the bar section. you may pick the fresh and fruity one like peach bizzare or tropical flush, or the mild-textured and creamy one such as velvety nutella. it was definitely such a pleasant experience to hang out at W&S. the cool ambience plus the great selections of food and drinks that are priced reasonably made it worth a visit!


W&S
Cilandak Town Square Ground Floor Unit D-048
Phone: (021) 759 20249
Opening hours: 11AM - 1AM

Average spending: Rp 100.000 – Rp 150.000 per person

(photos by: Sofyan Effendi)

Monday, December 8, 2014

Branché: Parisian-Style Bistro

Terinspirasi sang menara fenomenal karya Gustave Eiffel, Branche menjadi sebuah tarikan nafas baru untuk bistro bernuansa romantis dan fancy. Saya pun betul-betul menikmati momen kunjungan kesana.

Tidak sulit menemui bistro yang satu ini, sebab plang bertuliskan Branche (dalam bahasa Perancis berarti trendi atau up to date) yang tinggi menjulang sudah mencuri perhatian dari kejauhan. Bangunan yang terdiri dari 3 lantai ini mengusung konsep French Casual Bistro, dengan interior bergaya semi klasik yang dibalut warna-warna elegan, layaknya hitam, broken white, dan merah. Namun alih-alih ‘mengintimidasi’, suasana yang tercipta justru hangat dan nyaman.


Areal lantai 1 mengedepankan atmosfir homy dimana Anda dapat bersantap di pinggir jendela atau pun bagian bar. Beranjak keatas melalui tangga yang terbuat dari lapisan besi, Anda akan menjumpai lantai 2 yang memiliki ruang VIP serta balkon yang dilindungi oleh atap kaca. Khusus di areal ini nuansa Parisian pop concept terasa lebih kental, utamanya lewat sederet lukisan bertemakan film-film zaman dahulu yang digambar dengan gaya pop art, seperti The Godfather maupun Charlie Chaplin. Setelahnya tibalah lantai 3 yang merupakan rooftop area. Disini terdapat satu spot bertemakan ‘attic’ yang cantik, dimana Anda dapat bersantai di sofa sembari dihujani kerlip langit malam yang menembus atap kaca diatas kepala. “Filosofinya ialah untuk membawa ambience romantis Eiffel kesini, sehingga rasanya bagaikan tengah berada di bawah menara tersebut,” ujar Nasa, selaku marketing communication Branche bistro.


Rupanya meski condong terhadap Parisian-style, hidangan yang tersedia disini tidak melulu masakan Perancis. Tentunya beberapa yang khas tetap dipertahankan, semisal Coq Au Vin, Duck Confit, atau Magret De Canard. Namun ada juga menu-menu Western hingga Asia yang tak kalah menggugah. Dari kategori pasta, andalan Branche ialah Pappardelle Creamy Lobster, dengan paduan saus lemon yang memberi percikan segar dan tentunya seekor lobster berdaging tebal nan merah merona. Ada pula Branche Beef Burger yang tersaji di atas tatakan kayu. Isian utamanya menggunakan homemade angus beef patty yang bertesktur setengah juicy, setengah renyah. Tingkat kematangan tentu dapat Anda sesuaikan. Didampingi oleh mixed salad beserta kentang goreng berukuran gemuk-gemuk yang gurih, rasanya pas untuk menjadikan menu burger ini sebagai santap siang yang sempurna.



Kreasi menu lainnya juga pantas untuk direkomendasikan, seperti Maldian Barramundi Fish Curry, Nachos Grande, Crispy Dory Finger, atau pun the all time favorite, Indonesian Authentic Fried Rice with Short Rib yang disantap bersama bumbu kacang! Untuk dessert, ada baiknya bertanya dahulu mengenai dessert of the day kepada pelayan sebelum memesan, dikarenakan variasi yang dapat berganti setiap harinya. Sembari menghabiskan waktu, sesaplah segarnya Coffee cocktails atau Dessert Cocktails racikan khusus Branche. Special for ladies, Branche menghadirkan Ladies’ Night setiap hari Rabu, dimana para wanita dapat menikmati free cocktails mulai pukul 7 sampai 9 malam, ditemani live music yang bertempat di areal rooftop. Wow!



Branche pantas dijadikan alternatif baru untuk menikmati dinner romantis bersama pasangan, atau pun sekedar larut dalam suasana memukau dengan rekan-rekan kerja.



(photos by: Hardiman Widjaseno)


Branche Bistro
Jl Senopati No.33, Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12190, Indonesia
+62 21 5734448
Buka: Pk 11.00 – 00.00 (weekdays), Pk 11.00 – 02.00 (weekend)
Average spending per person: start from Rp 150.000

Monday, October 6, 2014

SAKE+: A Destination for Sake Enthusiasts

Mungkin selama ini ada anggapan bahwa sake adalah jenis minuman yang ‘berat’ dan hanya pantas dinikmati pada momen-momen tertentu. Nah, SAKE+ ingin membuang jauh-jauh pemikiran tersebut. Menurutnya, sake juga bisa dijadikan alternatif teman pendamping tatkala Anda ingin sekadar berbagi tawa dengan kerabat dekat atau pun melepas penat sepulang kantor. It can be fun and casual too!



Restoran yang juga ‘bersaudara’ dengan VIN+ ini diselimuti atmosfer Jepang modern yang begitu kental. Menariknya, ketika melangkah masuk, Anda akan disambut oleh deretan botol-botol sake dan wine yang terpajang rapi di rak-rak kayu. Beraneka jenis merek, warna, dan bentuk akan Anda jumpai. Ada pula yang ditata melingkar bak menara. Pemandangan ‘sake market’ ini betul-betul memanjakan mata! Jika ingin membawa pulang sebotol sake atau wine, jangan segan untuk bertanya lebih jauh mengenai seluk-beluknya kepada pegawai yang tengah berjaga. Dengan senang hati mereka akan menjelaskan lebih detail perihal jenis minuman yang Anda cari, atau pun cita rasa yang pas dengan selera Anda, semisal karakter ringan, menyegarkan, dry & smooth, atau pun full-bodied. Range harga per botolnya juga bervariasi, dari rentang Rp 260.000,00 hingga Rp 2.000.000,00.

Untuk menikmati segelas sake, areal yang direkomendasikan tentu saja sebuah bar bergaya Izakaya di bagian dalam. Ia didesain begitu khas, lengkap dengan gentong-gentong minuman bertuliskan huruf Kanji dan lampu mungil bak lampion di tiap-tiap mejanya. Sempurnakan momen tersebut dengan pilihan 4 jenis sake ternama yang diproduksi langsung dari Jepang, yaitu Hakutsuru, Takara, Gekkeikan, dan Ozeki.




Terlepas dari itu, SAKE+ juga tidak main-main soal menu makanan yang ada. Sesi dibagi atas lunch dan dinner. Diracik khusus oleh Chef Asano, setiap sajian yang terhidang begitu lekat akan cita rasa Jepang. Seperti yang tersaji pada Tenzaru Soba. Ia tepat dipilih sebagai menu makan siang karena lengkap, praktis, dan mengenyangkan. Terhidang rapi diatas nampan, isinya terdiri dari mie soba dingin berwarna keunguan, sup Chawanmushi, aneka tempura (udang, ubi, dan sayur), serta potongan buah sebagai penutup. Oh ya, Anda juga bisa memilih udon sebagai pengganti soba.


Jika tak bisa lepas dari daging, maka Gyutan Amiyaki rasanya sah untuk dipesan. Tampilannya biasa saja, selayaknya lidah sapi yang diiris tipis-tipis lalu dipanggang. Namun cita rasa nikmat dan gurih yang ditimbulkannya sukses membuat mulut sulit untuk berhenti mengunyah. Pas sekali disandingkan bersama segelas dingin Choya, yakni Japanese Plum Wine yang terasa crisp di tiap sesapan. Restoran yang terbagi atas 2 lantai ini turut menawarkan Mini Omakase, yaitu hidangan spesial yang dibuat langsung oleh Chef dari bahan-bahan yang tersedia pada saat itu.


Sebelum beranjak, jangan sampai Anda melewatkan kreasi unik sake dan cocktail racikan bartender SAKE+. Semisal Kyuri+, dimana campuran dry sake, gin, casis syrup, strawberry, dan lime juice dituang ke dalam belahan timun, lalu Anda dapat meminumnya langsung dari situ. Suatu pengalaman baru yang menarik, bukan? SAKE+ siap membuka pintunya bagi Anda yang tertarik untuk menjelajah kuliner maupun tradisi Jepang.


(photos by: Hardiman Widjaseno & SAKE+)


SAKE+
Jl Senopati no. 54, Jakarta Selatan
Ph: 021 7250002
Opening hours: 11.00 – 00.00
Average spending: Rp 250.000++ for each person

Sunday, August 31, 2014

LUC Bar & Grill: The New Good Companion

Berada di LUC Bar & Grill akan membawa Anda ‘berkelana’ ke pekatnya suasana bar-bar bergaya barat. Konsep industrial dengan sentilan rustic terasa dominan. Lampu penerangan yang sengaja dibuat agak redup pun terasa lebih bernyawa melalui iringan tawa kecil kumpulan-kumpulan pengunjung di berbagai sudut. Tempat yang namanya diambil dari nama seorang pria asal Perancis yang berarti ‘menguntungkan’ ini memiliki 4 jenis areal berbeda. Mereka terbagi atas smoking area, non-smoking area, Wine cellar area dengan kapasitas terbatas, dan tentunya Bar area yang masih menjadi favorit mayoritas pengunjung demi melepas penat lewat segelas minuman racikan sang bartender. 

Di bar ini pula lah aneka Whisky koleksi LUC terpajang, Mereka berasal dari Skotlandia, Irlandia, hingga Jepang. Ya, LUC mengendepankan pure whisky yang tidak diracik dengan apapun, dan Anda dapat menikmatinya per gelas. Untuk alternatif lain, ada pula whisky ‘Single Malt’ yang dapat dicoba. Maka, tidak perlu repot-repot membeli whisky botolan lagi, kan?


 
Konsistensi LUC juga terlihat dari pilihan menu-menu makanan yang sengaja ditunjuk sebagai pendamping tepat segelas whisky. Dapat ditebak, utamanya adalah hidangan steak. Variasinya terbilang lengkap, sebutlah Rib Eye, Sirloin, Grilled Ramb Rack, Salmon, Pork Ribs, hingga Foie Gras tersedia disini. Jika Anda datang beramai-ramai, Anda pun dapat memilih ukuran porsi mulai dari perfect, fit, comfy, dan terakhir superb, yaitu sajian steak 600gr yang dapat dinikmati sampai 4 atau 5 orang sekaligus. Keistimewaan steak racikan LUC Bar & Grill terletak pada tesktur daging super juicy dengan resapan bumbu minimalis di dalamnya. Namun jangan salah, setiap potongnya sudah terasa gurih dan nikmat! 



Side dish yang disiapkan pun tidak melulu mashed potato atau sayur-sayuran. Anda berkesempatan untuk mencoba si unik  Saute Mushroom with Garlic, dimana tumpukan jamur berukuran gemuk terbungkus oleh adonan keju parmesan yang menyerupai pangsit. Sedangkan pilihan saus steak-nya sendiri cukup beragam, diantara lain ada Blue cheese, Basil Pesto, dan yang kerap menjadi juara, BBQ.


Terlepas dari itu, LUC Bar & Grill tetap menyajikan house signature cocktails yang siap menjadi  teman kala bersantai. Setiap nama memiliki karakter tersendiri. Sexy Bulldog misalnya, cocktail berjudul provokatif ini ternyata bercita rasa feminin berkat paduan lemon juice dan pomegranate syrup, namun tetap menghasilkan ‘tendangan’ yang cukup kuat dari kandungan Gin di dalamnya.


(See the nice gradient colors from green to chocolate? It's my favorite drink at this place, called Chocolate Mint, and I'm even literally craving for it while writing this now because IT'S SO GOOD AND CREAMY AND REFRESHING AHHH)


Overall, LUC Bar & Grill adalah tambahan spot menarik yang patut dipertimbangkan ketika Anda ingin rehat sejenak dari padatnya rutinitas sehari-hari. Jangan lewatkan pula program happy hour yang sering diadakan pada hari-hari kerja (Senin – Jumat), seperti buy 1 get 1 beer/whisky, dan sebagainya.


(photos by: Hardiman Widjaseno)


Luc Bar & Grill
Jl Wolter Monginsidi no. 33
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Ph: 021 7206366
Opening hours: 10.30 – 00.00
Average spending: Rp 200.000 – Rp 250.000 for each person
Twitter: @lucjakarta

Monday, June 9, 2014

Cloud: Bersantap di Atas Awan

Satu lagi tambahan impresif di peta kuliner ibukota tercinta. Ya, lounge yang akan kita telusuri ini memang tengah mencuri banyak perhatian. Bagaimana tidak, dimulai dari tempatnya saja, ia sudah membuat penasaran. Cloud terletak di lantai 49, The Plaza Office Tower, Thamrin. Untuk mencapainya, Anda harus melalui lift khusus tersendiri. Tenang, jangan dulu merasa ‘terintimidasi’, karena para resepsionis yang ramah akan siap memandu Anda untuk menuju kesana.

Sesampainya diatas, Anda akan langsung terbuai oleh semilir angin dan pemandangan yang memanjakan mata. Cloud memiliki konsep 360 derajat, maka dengan bentuknya yang melingkar, Anda dapat menyaksikan tampilan kota Jakarta dari berbagai sudut. Bahkan di kala jam-jam tertentu dimana langit masih cenderung ‘jernih’, secercah pantai Ancol berikut kapal-kapalnya dapat terlihat dengan kasat mata. Seakan-akan kerumitan Jakarta pun lenyap dalam sekejap, yang tersisa hanyalah hamparan langit dan lampu-lampu kota yang perlahan mulai menyala tatkala senja. Splendid!


Cloud sendiri telah resmi beroperasi semenjak akhir Januari silam. Ia merupakan bagian dari divisi MRA Food & Beverage yang juga menaungi Hard Rock Café. Konsepnya cenderung formal, namun tetap diberi sentuhan urban melalui adanya graffiti-graffiti berikut tanaman hijau yang menjalar di beberapa sisi dindingnya. Tak heran, karena Cloud ingin menekankan identitasnya sebagai lounge, dimana para pengunjungnya dapat berkumpul ramai-ramai sembari berbagi cerita. Kebanyakan table didominasi oleh sofa-sofa memanjang, namun ada juga pilihan untuk duduk-duduk di dekat rooftop bar. Oh ya, rooftop bar ini tak kalah unik, karena setiap sore menjelang malam, akan ada api yang berkobar pada bagian ‘atap’nya. Kapan lagi bersantai di bar yang terletak langsung di pinggir ketinggian ibukota? Jika Anda bertujuan untuk meluangkan waktu secara private, tersedia pula beberapa spot yang yang lebih tersembunyi, namun tetap menghadap pemandangan luar.

Setelah cukup lama menghabiskan waktu berkeliling dan mengagumi keseluruhan tempat, saya pun memutuskan untuk duduk di area bar dan memilah-milih menu yang ada. Ternyata sesuai dengan konsep lounge, nyaris keseluruhan hidangan tersaji dalam porsi sharing. Sebutlah tapas, pizza, hingga salad and dip.


Petualangan kuliner pun saya mulai dengan Stewed Wagyu Beef on The Ciabatta Bread with Gratin Aioli. Menu dengan nama yang cukup rumit ini terbagi atas beberapa Ciabatta bread (roti putih khas Italia) yang mengapit suiran-suiran daging wagyu di dalamnya. Mereka tertata rapi diatas talenan kayu. Pada gigitan pertama saja, Anda langsung dapat menebak mengapa menu ini termasuk salah satu yang favorit. Diluar ekspektasi, paduan roti dan daging tersebut terasa amat empuk dan juicy! Tingkat kematangan wagyu yang pas membuatnya melt di dalam mulut. Sungguh sempurna dipadupadankan dengan Ciabatta bread yang berkarakter gurih dan kenyal.

Setelah dibuat terkesan oleh hidangan pertama, saya pun tertarik untuk mencicipi kategori ‘Broken Fried Eggs’. Ia memiliki 3 variasi, yakni disertai Spanish Ham & Green Pepper, Foie Gras & foam potato, dan yang terakhir sekaligus menjadi pilihan kali ini, Spanish sausage & Foam Potato. Sekilas tampilannya mengingatkan akan mashed potato, namun nyatanya ia jauh berbeda. Tersaji dalam panci stainless mungil, menu ini merupakan paduan telur setengah matang yang dicampur bersama potongan-potongan kentang dan sosis (bisa sosis sapi atau babi). Rasanya bak seporsi santapan breakfast yang kaya akan protein sekaligus mengenyangkan. Lembutnya telur dan renyahnya sosis maupun kentang sanggup membuat menu creamy ini tak terlupakan. Hingga saat ini, Cloud merupakan satu-satunya tempat yang menyajikan Broken Fried Eggs.

Selebihnya, masih banyak lagi seleksi menu-menu sharing yang pantas untuk dilirik. Diantaranya ada Nachos, Marinated Salmon with Yogurt Sauce, Grilled Australian Rib Eye with Asparagus, Grilled Octopus with Extra Virgin Olive Oil, atau Cheese Platter yang terdiri dari 5 jenis keju berbeda disajikan bersama mixed fruits dan kacang-kacangan. Soal rasa, ‘dapur’ Cloud dipimpin oleh para Chef ahli, sehingga sudah tidak perlu diragukan lagi.


Nah, acara cemal cemil belum lengkap tanpa segelas minuman dingin yang menyegarkan bukan? Cloud menawarkan pengalaman berbeda melalui satu spot menarik yang disebut ‘Vodka Room’. Bak ruangan pendingin, temperatur di dalamnya mencapai 0 derajat Celcius. Di dalamnya dipenuhi jejeran Grey Goose Vodka, salah satu vodka terbaik dunia. Dengan suhu sedingin itu, 2 shot vodka terasa normal-normal saja, namun rasakan sendiri sensasinya ketika Anda sudah beranjak keluar!


Kebetulan langit malam sudah mulai menggelayut. Saatnya untuk menuntaskan hari yang penat bersama racikan signature para bartender Cloud. Saya berkesempatan untuk menyesap jejeran cocktail andalan mereka, diantaranya ada Apple Rosetini yang refreshing, Vanilla Cloud yang terasa lembut, dan Tiramisu, yaitu perpaduan Baileys, Bacardi White Rum, dan Tia Maria yang menimbulkan buih-buih creamy di lidah.
Momen melepas penat sembari ditemani pemandangan malam yang indah dari ketinggian terasa sempurna sudah. Cloud sukses memberikan pengalaman lengkap dalam rupa lounge & living room dengan sensasi yang berbeda dan sajian berkelas.


(photos by: Sofyan Effendi)


Cloud Lounge & Living Room
Altitude, The Plaza Office Tower Lantai 46 & 49
Jl MH Thamrin Kav. 28-30, Jakarta Pusat 10350
Ph: 021 2992 2450
Opening hours: 15.00 – 02.00
Price range: Rp 40.000 – Rp 450.000
Twitter: @Cloud_JKT

Sunday, May 4, 2014

Otterhound: Thai with A Twist

otterhound merupakan bagian dari keluarga besar jittlada, yakni grup yang menaungi sejumlah restoran thailand ternama seperti white elephant dan chandara. khusus ‘anak’ terbarunya ini, konsep yang dituju adalah sentuhan twist pada kuliner thai yang terkenal kaya akan rempah-rempah dan bumbu alami. kejutan ini berupa ramuan fusion antara antara cita rasa asia tersebut dengan menu-menu khas barat maupun eropa. bisa dibilang unik, karena seperti yang kita tahu kebanyakan dari tempat makan thailand yang ada justru mengedepankan racikan autentik bak di negara asalnya tersebut.

mengenai nama, saya pun sempat bertanya-tanya, kenapa otterhound? rupanya sang owner, yaitu lucky, memiliki hobi traveling dan mencicipi kuliner khas di tiap negara yang ia kunjungi. hal ini ia siratkan pada jenis anjing ras otterhound yang memiliki kemampuan khusus untuk berburu dan bertualang. betul saja, pada salah satu sisi kaca restoran ini terdapat lukisan sekumpulan anjing berbulu lebat tersebut tengah berlari riang menyusur satu garis yang terhubung pada dinding batu bata berwarna putih di sampingnya. dinding yang luas tersebut nyaris penuh oleh goresan-goresan tangan yang menggambarkan peta mungil dari berbagai landscape ikonik dari penjuru dunia. sebutlah menara eiffel, piramid, atau london bridge dalam balutan gaya kontemporer yang unik. di atasnya terdapat sebuah quote yang menarik perhatian, bunyinya “eating is like traveling, there’s no limit to it”. well, can’t agree more with that!

secara keseluruhan, desain interior restoran yang telah resmi beroperasi sejak desember silam ini nampak kasual namun tetap berkelas. puas cuci mata, saya pun memilih sebuah sofa hitam di pojok ruangan untuk duduk-duduk sembari menelusur menu. ternyata pilihannya lumayan banyak. mereka terbagi atas kategori ‘internasional’ mulai dari pasta, burger, hingga nasi. setelah diberi bocoran rekomendasi oleh pelayan, tanpa menunggu lama sejumlah menu berpenampilan ‘wah’ pun muncul di hadapan.


untuk pilihan pertama, mata langsung tertuju pada sebongkah burger berwarna hitam yang tersaji cantik diatas talenan kayu. yup, otterhound burger menggunakan burger buns yang terbuat dari tinta cumi. walaupun rasanya masih serupa roti burger pada umumnya, namun samar-samar muncul sensasi gurih yang ‘menyentil’ sebagai after taste. untuk isian, otterhound menyelipkan grilled minced steak serta beberapa lembar beef bacon renyah. ukuran burger ini memang diatas rata-rata. jika sedang tidak terlalu lapar, ia dapat disantap berdua atau lebih karena beberapa gigitan saja sudah sanggup membuat kenyang. terlebih lagi masih ada kentang goreng dan salad yang mendampinginya. otterhound burger merupakan pilihan main course yang tepat.


nah, yang berikut tak kalah menyita perhatian. salmon carpaccio in spicy hot sauce namanya. sekedar informasi, carpaccio adalah sajian asal italia berupa daging atau ikan mentah yang hanya dibumbui lemon, cuka, atau merica. kali ini otterhound berimprovisasi dengan memadu daging salmon segar yang diiris tipis-tipis bersama special dressing bergaya thailand. sesuai namanya, saus dressing berwarna hijau pekat yang diramu dari rempah-rempah ini memiliki rasa pedas, meski tidak terlalu menyengat. justru ‘getir’nya bawang putih yang tersaji utuh diatas setiap lembar salmon lebih mendominasi. overall, menu ini memiliki kombinasi tekstur dan rasa yang cukup unik untuk dijadikan pengalaman baru bagi lidah.

kurang afdol rasanya mencicip kuliner thailand tanpa yang bergaya street food. street style grilled beef on skrewer and sticky rice pun menjadi pilihan. di atas talenan kayu itu tersuguh nasi ketan yang ditempatkan dalam bambu rotan, berikut sate daging sapi, dan saus thailand “jaew”. daging sapinya terasa empuk dan pas, membuktikan bahwa ia telah dimarinasi dengan baik. sedangkan saus jaew sekilas menyerupai sambal kecap, hanya saja terasa lebih gurih berkat kandungan bawang putih dan cabai merah kering di dalamnya. perpaduan ini semakin menarik ketika dinikmati bersama nasi ketan beraroma. 


otterhound memiliki area indoor dan outdoor. meskipun tidak terlalu besar, restoran yang chef-nya juga berasal dari negeri gajah putih ini terasa nyaman untuk dijadikan tempat bersantai. lokasi memang agak mojok, tapi jumlah pengunjung yang lalu lalang tak berhenti. saat itu hari sudah menjelang sore, maka saya memutuskan untuk menutup sesi icip-icip hari ini dengan serangkaian healthy mocktails ala otterhound. terbilang sehat, karena racikan mocktails di sini menggunakan potongan-potongan buah segar sebagai bahan utama yang dipadu bersama elemen lain, semisal selai buah atau yoghurt. ada phuket paradise yang terbuat dari campuran jus nanas, selai nanas, dan yoghurt, strawberry delight dari selai stroberi dan yoghurt, atau green temptation dari apel hijau, kiwi, dan mint. segar sekali! 


sebelum beranjak pergi, saya tak mau melewatkan satu penutup manis yang juga merupakan signature dessert disini, yakni candy lady. sajian ini berupa parfait berisi nata de coco, semangka, stroberi, es krim vanila serta pop rocks candy on top, membentuk warna-warna pastel yang memikat. kombinasi rasa buah yang segar sekaligus creamy plus sentuhan cerdas pop rocks candy yang meledak-ledak di lidah sukses menutup kunjungan saya di otterhound dengan manis. jadi apakah saya akan berkunjung kembali ke sini suatu waktu? tentu!


(photos by: sofyan effendi)


Otterhound
Lotte Shopping Avenue (Ciputra World) GF 18
Jl. Prof Dr. Satrio Kav. 3-5
Kuningan, Jakarta Selatan
Ph: 021 2988 9070
Opening hours: 10.00 – 22.00
Price range: Rp 50. 000 – 120.000

Saturday, May 3, 2014

Three Buns: Neighborhood Burger Joint & Bar

i literally jumped like a kid on smarties upon receiving an invitation of this restaurant's grand opening. not surprising though, since three buns has been highly anticipated by many people in jakarta, especially the urbans. youre about to find out why!



conceived from a creative idea of PTT family (potato head), three buns stood up to serve cocktails and gourmet burgers perfected with quality and design. just like any other PTT family's restaurant, this vintage burger joint owns a unique concept with a magnetic charm that entices hip youngsters to come by. it is built like a humongous garage with additions of theater-style seating (you know, the ones that pile up from bottom to the top). you may also choose the comfy corners on top of the stairs, where you can sit in circles or casually mingle with other guests. even the walls are only painted halfway, reflecting a yard complete with ivy plants. 

also do note that everything here is self service! so go place your order at an old rustic van that is parked at the front of restaurant, then you will receive a queue number to get your meals or drinks after theyre done being processed in an open kitchen just beside the van. 

the origins of three buns' menus came from chef adam penny, a london based chef who also runs a reputable burger joint at his hometown called london's patty & bun. the burger patties here are made of high quality australian brahman meat, topped with homemade burger buns, and special selections of homemade sauces. they will suggest medium gradation for the best meat, but if you prefer well-done then of course its possible too.




the favorite here is baby huey, that consists of 150 gr patty, cheese, mayonnaise, lettuce, and tomato sauce. just like the classic baby huey character, the size is pretty gigantic that even pictures dont do justice to reflect the actual look in real life. the artisan buns are glazy and crisp, and it only takes one bite to meet the thick and juicy meat with a slight of pink strikes inside, indicating that its cooked nicely in medium. every bite is pure beefy deliciousness! for a 'heavier' class, you may opt for four floors, with double cheese and 200 gr worth of patties.

another specialty of three buns is the usage of slow cooked homemade sauces to spark the taste in their burgers. the flavor is pretty close to BBQ sauce i think, though it has a fresher take thanks to the tomato-based ingredients. but for those who favor spicy flavors, they also got a homemade sauce called 'burning man', a mixture of baked jalapeno, hot ketchup, and dashi mayo. surprisingly the spicy level isnt too overwhelming even though they use jalapeno. other than meat, three buns also improvise with lamb patty or even vegetables for their vegetarian burger, the roots.


the casual atmosphere feels alive with hip hop playlists surrounding this glass roofed restaurant (we did jam hard to drake and run dmc while munching). before we go i feel like its a must to explore some of the recommended side dishes! my favorite here is naughty fries, or french fries dunked in korean sauce 'gojuchang'. its savory, a tad spicy, and simply addictive. dont miss out three buns' specialized chicken wings too, for they're cooked with yoghurt!

dang, it's even harder to get our asses from the super comfy spot when the cocktails and mocktails arrived. all of them are concocted with natural ingredients such as fruits and spices. time to spend a chill evening by sharing some refreshing glass of tropical thunder (pineapple, rum, passion fruit), very berry (various berries mixed with vodka), and the lovely smoked mary (citrus vodka with a hint of spices). perfect!



(photos: doc. three buns)


Three Buns
Jl Senopati Raya no. 90
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12190
Ph: 021 2930 7780
Opening hours: 11.00 – 23.00
Price range: Rp 35.000 – 125.000
Website: www.threebuns.com

Monday, April 21, 2014

Hyde: A New Level of Fancy Dining

Memang, diperlukan sedikit ketelitian dalam menemukannya karena Hyde bisa dibilang cukup tersembunyi dari jajaran tempat-tempat kuliner Kemang lainnya. Bisa jadi hal ini merupakan salah satu faktor di balik namanya. Namun, alasan utama adalah karena bistro & bar yang belum terlalu lama dibuka untuk umum ini terinspirasi oleh keberadaan taman-taman terpencil di tengah kota besar. Ya, Anda akan merasakannya langsung ketika menginjakkan kaki di sini.



Sejenak tampilan luarnya mengingatkan akan rumah kaca, lengkap dengan tanaman-tanaman hijau yang menjulur di berbagai sisi. Dominasi cat putih memberikan kesan clean cenderung elegan. Saat Anda menyusur masuk, Hyde bagaikan sebuah ‘petualangan’ tersendiri. Anda akan disambut oleh bar pada bagian tengah, dilanjutkan oleh sekat-sekat ruang makan yang memiliki karakter masing-masing. Tengok sisi kiri, terdapat sofa memanjang berwarna biru dengan kata “LINGER” terpatri pada dindingnya. Uniknya, tulisan tersebut menyerupai terarium, yakni rangkaian tanaman yang ditempatkan dalam lapisan kaca. Berjalan lebih jauh, terdapat sebuah VIP room serta satu sekat yang tersambung pada ruangan dining beratmosfer lebih feminin. Kali ini ia bertuliskan “DAZE”.

Nah, jika diperhatikan, pada langit-langit dinding terdapat tirai yang menyelimutinya. Ternyata, kala sore menjelang malam hari, tirai-tirai tersebut akan dibuka, menyibak atap yang terbuat dari lapisan kaca. Anda pun dapat menikmati hidangan Western dan Asia ala Hyde sembari ditemani langit malam yang berpendar. Fancy, isn’t it?

Pengalaman ini tentunya semakin sempurna dengan kreasi menu bercita rasa fusion yang istimewa. Sebagai pembuka, mari kita mulai dari salah satu kategori “Fresh from the Sea”, yaitu Seafood Vol Au Vent. Ia merupakan kumpulan udang dan scallop segar yang disantap bersama pastry renyah berisikan cacahan tomat, jamur champignon, green onion, serta lumuran white wine cream. Ramainya paduan ini langsung berdesakan di dalam mulut, menciptakan cita rasa yang garing, lembut, sekaligus creamy dalam tingkatan yang pas! Percikan rasa tajam berkat kandungan white wine dalam sausnya memberikan sensasi tersendiri yang akan membuat Anda sulit untuk berhenti menikmatinya.



Puas dimanja oleh menu Barat, kini saatnya untuk mencicipi cita rasa Asia. Tanpa menunggu lama, Dory Matah pun tersaji di hadapan. Hidangan berpenampilan cantik ini mengutamakan ikan dory goreng dengan tumpukan sambal matah khas Bali di atasnya. Selain itu, ada pula urap dan nasi berbumbu dengan bentuk kerucut. Tak salah memang jika menu ini dijadikan salah satu rekomendasi. Ikan dory yang dimasak pan fried terasa amat lembut dan gurih. Sambal matah dengan rasa pedas yang eksotis itu pun sukses menjadi pendamping yang tepat. Terlebih lagi, saat aroma wangi dari nasi yang telah diracik khusus menyeruak, hmm, betul-betul sedap! Ingin mencoba menu Asia lainnya? Silakan tengok juga Nasi Uduk Ayam Bakar atau Prime Oxtail Soup.

Suasana rileks dan nyaman di Hyde semakin ditunjang dengan koleksi signature cocktails yang menggoda. Ada Sip and Go Naked dengan rasa lemon dan leci, Golden Dream dari madu dan jeruk, Girl in Stiletto dari segarnya passion fruit, hingga Spring Gambler yang mengandung cranberry dan cardamom. Ternyata, tema ‘hijau’ yang diusung juga terlihat dari si dessert pencuri perhatian, Chocolate Soil. Yup, jangan bingung dulu ketika dua buah 'pot’ tanaman berisi ‘tanah dan cacing’ hadir di hadapan Anda. Usut punya usut, mereka terbuat dari variasi cokelat yang dibentuk bak tanaman, mulai dari chocolate crumbles sebagai tanah hingga rupa cacing-cacing panjang dari chocolate jelly kenyal yang menyembul di dalamnya. Impresif!

Overall, Hyde amat menarik untuk dijadikan salah satu tujuan baru untuk rileks sembari mencari inspirasi, dan tak lupa memanjakan lidah dengan pengalaman unik yang akan terlalu sayang jika dilewatkan. Setuju?


(photos by: Hardiman Widjaseno)


Hyde
Jln. Taman Kemang 1A No.8
Jakarta Selatan 12730
Ph: 021-56103888
Opening hours: 11.00 — 00.00
Price range: Rp 35.000,00 — Rp 160.000,00